Jumat, 22 Juli 2016

4 Strategi Marketing Yang Harus Di Hindari

Di dalam dunia marketing, strategi sangat diperlukan untuk menentukan kemana lagi arah yang akan di bidik selanjutnya. strategi yang terbilang struktural akan membawa kesuksesan bisnis dalam suatu perusahaan. namun perlu diketahui juga beberapa strategi yang harus di hindari agar kondisi pemasaran tetap stabil dan efektif. terlebih jumlah digital marketing di indonesia saat ini sudah terbilang cukup banyak dan tersebar luas.


berikut adalah startegi marketing yang harus di hindari :

1. Harga yang tidak pas.

kalian pasti sering menemukan angka seperti ini di rak harga barang suatu toko, bagi sebagian pemilik toko akan menerapkan angka ini dengan tujuan untuk memberi diskon atau dengan maksud menurunkan harga. namun perlu diketahui juga, strategi ini banyak dilakukan karna kebanyakan para calon pembeli hanya memperhatikan angka awalnya saja. misal, harga Diskon RP. 198.000, pastinya mereka masih menganggap diskon harga tersebut masih kisaran harga 100.000.


2. Strategi "Buat Racun - Buat Penawar".



Trik ini juga terbilang cukup rapih, kenapa? karna kebanyakan si pembuat virus juga membuat penawarnya agar bisa menghilangkan virus tersebut. dan pastinya agar penawar virus yang mereka buat juga ikut membawa untung / berguna.


3. Praktek Dumping.



Dumping merupakan praktik dagang yang dilakukan eksporir dengan menjual komoditi di pasaran internasional dengan harga kurang dari nilai yang wajar atau lebih rendah daripada harga barang tersebut di negerinya sendiri atau daripada harga jual kepada negara lain, pada umumnya, praktik ini dinilai tidak adil karena dapat merusak pasar dan merugikan produsen pesaing di negara pengimpor.


Contohnya, produsen pembuat minuman soda A menjual produknya dengan harga 9.000, namun di lain produsen ada pula yang menjual minuman soda B dengan harga 4000, lantas apa yang harus dilakukan pada produsen A? pastinya akan menurunkan harga produknya agar tidak kalah saing, namun tidak disama ratakan dengan harga minuman soda B. dan tujuan utama dari produsen B bukan untuk mencari omzet atau nyari untung, namun untuk merusak harga pasar. 



4. Praktek Monopoli.



strategi ini tidak terlalu berpengaruh, namun jika di pahami lebih dalam akan menimbulkan efek yang sama dengan strategi yang di atas. monopoli itu sendiri merupakan suatu penguasaan pasar yang dilakukan oleh seseorang atau perusahaan atau badan untuk menguasai penawaran pasar (penjualan produk barang dan atau jasa di pasaran) yang ditujukan kepada para pelanggannya.


Contohnya: Si penjual makanan A membayar uang sewa lebih kepada si penyewa lapak dengan tujuan agar si penjual makanan B, C atau yang lainnya tidak ada yang berjualan di lapak itu, dan si penjual makanan A dapat menentukan harga keuntungan tersebut dengan menguasai pembeli makanan secara keseluruhan lapak.




Demikian ulasan dari kami, semoga dapat bermanfaat dan menambah wawasan kalian.