Tampilkan postingan dengan label Cloud Storage. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Cloud Storage. Tampilkan semua postingan

Rabu, 05 Juli 2017

Ini Nih Keuntungan Super, Bila Simpan Foto di Cloud Storage

Hasil gambar untuk cloud storage
Di era Internet of Things (IoT) seperti saat ini, kamu pasti mengenal yang namanya teknologi cloud kan, guys? Nah, teknologi cloud dianggap sebagai cara yang lebih efektif terkait media penyimpanan file. Pernah kehilangan foto-foto kenagan di hp, karena memori card error, hp ke reset, dll. Duh! Sedih kan jadinya.. Eitts.. Tenang, guys.. Gimana kalau kamu manfaatin yang namanya cloud storage Indonesia, yang merupakan salah satu layanan penyimpanan file di internet di mana kamu dapat meng-upload koleksi foto dan dokumen lainnya, dengan mudah, efisien dan tentunya aman. Masih gak percaya kalau teknologi cloud banyak kelebihannya? Hmm, coba simak info berikut ini deh guys!


1. It's Immortal!
Kok abadi sih? Ya, dikatakan abadi karena kamu gak perlu takut kehilangan data karena virus, erorr, dll. karena menyimpan data berbasis cloud storage lebih aman dan bebas resiko. Jadi, gak akan hilang sebelum kamu hapus atau kecuali providernya bangkrut! Hehe.

2. Big Capacity
Kapasitas gratis yang diberikan pun tergolong besar, cukup banget deh buat menyimpan semua koleksi foto kamu. Apa? Masih kurang penyimpanannya, guys? Hmm.. Kalau kurang, tinggal bikin email baru atau pilih versi yang membayar untuk mendapatkan ruang lebih besar aja!

Rabu, 07 September 2016

Begini Cara Kerja Cloud Hosting Yang Mungkin Belum Kalian Ketahui

cloud-hosting


Cloud hosting merupakan bentuk hosting terkini yang kian poluler dari waktu ke waktu, dengan konsep utamanya yaitu “divide and rule”. Konsep utama cloud hosting indonesia didefinisikan sebagai sumber daya yang dibutuhkan untuk menjaga website agar tetap online dan dapat tersebar di lebih dari satu web server, untuk selanjutnya ditempatkan berdasarkan keperluannya masing-masing.

Ada 3 kategori yang dibagi dalam cloud, yaitu layer aplikasi, layer platform, dan layer infrastruktur dimana memiliki fungsinya masing-masing.


  1. Layer aplikasi, diterapkan dalam bentuk service umum sebagaimana digunakan pada Amazone Cloud Player, Google Music, dan sebagainya.
  2. Layer platform, berfungsi sebagai bentuk pengayaan sistem operasi sebagaimana digunakan pada CloudLinux / sistem virtualisasi.
  3. Layer infrastruktur, yaitu fisik komputer/server yang terkoneksi dengan internet.

Nah baiklan, sekarang kembali ke topik utama; cloud hosting.

Dari ketiga kategori di atas, maka cloud computing layer platform dapat termasuk ke dalam kategori cloud hosting. Jadi, pengertian cloud hosting yaitu server hosting yang memanfaatkan sistem operasi tertentu pada sebuah server yang mengoptimasi untuk menyediakan lingkungan hosting yang stabil dan efisien.

Keuntungannya jelas, kemungkinan terjadinya downtime kian menipis saat server rusak.

Perlu diingat, ada aspek lain yang juga penting, dimana pengelolaan beban puncak bisa lebih mudah dengan cloud hosting, tanpa ada masalah kekurangan bandwidth. Pasalnya, sumber daya tambahan disediakan oleh server lain.

Maka disebutlah awan/cloud, karena adanya sekelompok server yang saling beintegrasi dan bekerja sama dimana sebuah situs web yang tak hanya mengandalkan satu server saja.

Apa Saja Contoh Cloud Hosting?

CloudLinux merupakan salah satu sistem operasi cloud hosting yang dikenal publik, yang memiliki fitur utama yaitu menerapkan Lightweight Virtualized Environment (LVE), yang merupakan sebuah sistem virtualisasi yang mengizinkan setiap customer tetap memperoleh service yang stabil kendati ada pelanggan lain yang secara berlebihan menggunakan resource.

Selain CloudLinux, Google juga merupakan salah satu contoh cloud hosting yang paling populer, dan paling mudah dinkenali oleh orang banyak. Cara kerjanya, Google search engine menempatkan sumber dayanya itu ke ratusan cloud hosting. Hal inilah yang membuat Google tidak pernah mengalami downtime sampai saat ini.

Bagaimana Cara Kerja Cloud Hosting?

Masing-masing server pada jaringan cloud hosting mempunyai serangkaian tugas tertentu. Tugasnya yang paling signifikan ialah pada satu server dengan server lainnya yang saling menggantikan dengan menyediakan sumber daya yang dibutuhkan saat satu server mengalami gangguan atau bahkan mengalami downtime. Nah dalam hal ini, kasus kelebihan beban atau overloading seringkali terjadi.

Maka, ada satu cara untuk dapat mengoptimalkan fungsi cloud hosting, yaitu dengan menggunakan hardware server yang memiliki kualitas tinggi untuk mengoperasikan tugas-tugas itu.

Sementara, hardware yang kualitasnya rendah justru hanya akan mengganggu dengan meningkatkan biaya dengan hasil yang nihil akibat peniadaan kelebihan cloud hosting.

Sebaliknya, penyedia layanan cloud hosting berkualitas dituntut untuk memberikan service cloud yang terpercaya yang kualitasnya harus bisa lebih dari apa yang ditawarkan oleh dedicated server.

Cloud Hosting vs Dedicated Server

Ada suatu faktor yang menunjukkan perbedaan mencolok dari cloud hosting dan dedicated server, yakni keampuhannya. Dedicated server hanya memiliki satu server. Hal ini sangat kontras dengan cloud hosting yang memiliki jaringan server akan memiliki waktu uptime yang lebih baik.

Satu hal yang unggul dari deicated server dari cloud hosting yaitu ada pada masalah harga, dimana penggunaan cloud hosting memang lebih memerlukan biaya yang lebih tinggi daripada  dedicated server.

Satu hal yang menjadi catatan, bahwa cloud hosting mampu menjadi solusi nomor satu bagi mereka yang memiliki perusahaan dengan situs webnya yang besar.

Sebagai tambahan, berikut beberapa manfaat yang bisa didaat dari penggunaan cloud computing atau cloud hosting:

1. Semua data tersimpan di server secara terpusat
2. Keamanan data yang terjamin
3. Fleksibilitas dan skalabilitas yang tinggi
4. Sebagai investasi jangka panjang


Itulah pembahasan mengenai cara kerja cloud hosting, semoga bermanfaat.

Selasa, 02 Agustus 2016

10 Tips Ampuh Menjaga Data Cloud Agar Lebih Aman



Penyimpanan komputasi awan memberikan media penyimpanan yang cukup luas, disini kamu bisa menggunakannya untuk menyimpan berbagai keperluan seperti dokumen, foto, atau video. tidak hanya dari piranti yang dipakai, kamu bisa bebas mengakses data yang ada pada penyimpanan cloud melalui perangkat lain karena kini aplikasi cloud sudah banyak tersebar diberbagai sistem operasi windows, linux, iOS, hingga perangkat mobile. Hampir semua perusahaan dari berbagai Indsutri sudah menggunakan dan bahkan sedang mempertimbangkan menggunakan Cloud untuk mendukung bisnis yang dijalankan. namun sudahkah kalian tahu mengenai keamanan data yang ada pada cloud storage? tidak hanya sebatas mengetahui bagaimana cara migrasi data cloud, namun kalian juga harus memperhatikan keamanan data tersebut pada saat sudah berada di penyimpanan komputasi atas awan tersebut. terdapat beberapa point penting yang perlu kalian ketahui agar data yang disimpan ke komputasi awan (cloud storage) dapat terjamin keamanan datanya. berikut penjelasannya :

1. Proteksi data
ketika kalian sudah memutuskan untuk bermigrasi data ke komputasi awan, yang perlu kalian perhatikan ialah bagaimana penyedia layanan cloud memberikan proteksi terhadap data-data kita, dengan metode apa saja mereka melakukan proteksi sehingga kita bisa yakin bahwa data yang telah kita simpan ke cloud benar-benar aman. dan pastikan juga data center yang mereka buat sudah tersertifikasi atau teraudit, misalnya lokasi bebas gempa, standar sumber daya listrik 3 lapis, dan lainnya.


2. Akses Keamanan Data
setelah data benar-benar terproteksi, langkah selanjutnya adalah bagaimana keamanan dari akses terhadap data kita (role), bagaimana prosedurnya sehingga hanya orang-orang yang berhak saja yang bisa mengakses data kita, seperti akses hanya pada karyawan / pekerja dipenyedia layanan terhadap data kita.


3. Menyimpan Data Sensitif secara offline
jika kalian memiliki data penting ataupun data pribadi yang tidak mau orang lain ketahui, maka penggunaan cloud tidak dianjurkan. kenapa? karna segala macam data sensitif memang seharusnya tidak disimpan di internet. tetapi lebih baik jika disimpan di berkas kantor atau rumah.


4. Gunakan Kombinasi Password Yang Unik
password yang kuat adalah yang terkombinasi angka, huruf kapital, huruf biasa, dan simbol. panjang minimum 9 karakter, lebih panjang lebih bagus. contohnya: "IN!P4sSW@rdNy4", dan lebih dianjurkan penggunaan satu kombinasi password untuk satu akun saja.


5. Gunakan 2 Factor Authentication
Saat ini sudah bisa melakukan dua step verifikasi yang bisa membantu kalian mengamankan akun cloud. aktifkan fitur ini jika tersedia di provider kalian. namun jika provider kalian tidak dilengkapi fitur ini, kalian bisa melakukan cara sebelumnya.


6. Backup Data Secara Offline
meskipun kalian sudah menggunakan cloud, kalian juga perlu membuat file cadangan secara offline, hal ini mengantisipasi jika sewaktu-waktu ada masalah pada cloud storage. sehingga, saat terjadi masalah tersebut kalian masih punya file cadangannya.


7. Policy Governance
merupakan sistem kebijakan yang mendefinisikan dan memandu hubungan yang tepat antara pemilik provider dan pengguna.


8. Multi-Tenancy
ini merupakan salah satu sifat cloud computing yaitu resource sharing, namun bagaimana ketika ada penyewa lain yang melakukan kecurangan atau bocor? apa imbasnya terhadap data kita yang ada disana? ini yang harus kalian pertimbangkan. karena secara fisikal, data kita bisa jadi ada dalam satu media fisik yang sama dengan yang lain.


9. Compliance
standar yang diterapkan pada penyedia layanan cloud computing, misalnya untuk keamanan data menggunakan ISO 17001, untuk penyediaan layanan memakai ITIL, COBIT, Cloud Security Alliance, termasuk regulasi internasional dan pemerintah. sehingga jika ada pelanggaran akan mudah dalam penyelesaiannya.


10. Jangan Mudah Mengklik Link Pada Email
Banyak orang yang tertipu alamat email yang serupa namun sebenarnya palsu. Contohnya no-reply@dropdatakita.com dengan no-reply@dropsdatakita.com. Ketika pembaca tidak konsentrasi terhadap domain pengirim maka kedua alamat ini seakan sama. Padahal ada satu karakter yang membedakan. Hal inilah yang sering dimanfaatkan oleh para penjahat internet untuk mencuri data kalian.


Demikian ulasan mengenai 10 Tips Ampuh Menjaga Data Cloud Agar Lebih Aman, semoga bermanfaat dan dapat menambah wawasan kalian.