Rabu, 02 Maret 2016
Potensi Indonesia Menjadi Pasar Data Center Terbesar Dunia
Indonesia memang masih menjadi negara berkembang tetapi DatacenterDynamics (DCD) mengatakan bahwa Indonesia berpotensi untuk menjadi pasar Data Center terbesar di Dunia karena besarnya populasi teknologi dan layanan internet di Indonesia.
Selain itu perkembangan industri data center juga disebabkan oleh peraturan pemerintah No. 82 tahun 2012 yang berisi tentang penyelenggaraan sistem dan transaksi elektronik.
"Data terbaru kami menyebutkan, bahwa data center, layanan outsourcing dan investasi cloud atau komputasi awan di Indonesia akan mengalami pertumbuhan hingga menyentuh dua digit. Kondisi ini membuatnya menjadi salah satu pasar dengan pertumbuhan terbesar di dunia" Ucap APAC General Manager untuk DCD Group yaitu Vincent Liew pada tanggal 22 februari lalu.
Dia juga mengatakan bahwa perusahaan telah meramakan bahwa industri data center ini akan terus tumbuh pesat hingga bisa mencapai angka 280 juta USD atau sekitar 3 triliunan Rupiah pada tahun ini.
Dengan peraturan pemerintah diatas maka akan bertambahnya permintaan data center dalam skala yang besar dan juga akan meningkatkan beberapa tantangan berupa peningkatan biaya dan keterbatasan tenaga kerja ahli.
Akibatnya mulai banyak perusahaan yang mempertimbangkan untuk menggunakan tenaga outsourcing atau menggunakan layanan cloud dari pihak ketiga untuk mengatasi tantangan tersebut. dan perusahaan bisa tetap fokus pada bisnis mereka.
Hal itu lah yang membuat banyaknya layanan penyedia data center dan juga cloud untuk membantu industri menyelesaikan masalah-masalah diatas.
Senin, 29 Februari 2016
Hukum Dan Privasi
Perseteruan antara FBI dan Apple mengenai privasi pelaku penembakan akhir tahun 2015 lalu melahirkan pertanyaan baru "sejauh apakah pemerintah bisa mengakses tentang kehidupan digital para tersengka maupun terdakwa di internet?"
Penembakan masal yang terjadi di pusat belajar disabilitas San Bernardino dilakukan oleh sepasang suami istri ini menewaskan 4 orang danmelukai 20 orang lainnya, setelah melarikan diri akhirnya kedua pelaku ini tewas pada saat proses penangkapan.
Dua bulan setelah kejadian tersebut pihak FBI masih belum berhasil untuk meretas ke dalam ponsel pelaku penembakan, oleh karena itu pihak FBI meminta pihak Apple untuk membantu menbuka enkripsi yang terdapat pada ponsel pelaku.
Dengan alasan privasi pihak Apple menolak permintaan tersebut, bahkan Microsoft, Facebook dan juga Google mendukung keputusan Apple untuk tidak membongkar enkripsi ponsel pelaku.
Sikap keras Apple juga ditunjukan oleh CEO Tim Cook yang mengirimkan surat kepada sejumlah karyawannya.
"Kasus ini adalah tentang lebih dari satu telepon atau penyelidikan saja," kata Cook dalam email kepada karyawan dan dilihat oleh Reuters.
"Yang dipertaruhkan adalah keamanan data ratusan juta orang yang taat hukum, dan menetapkan preseden berbahaya yang mengancam kebebasan bagi semua orang," tambahnya.
Tetapi pada tanggal 1 Januari 2016 negara bagian California mengeluarkan undang-undang baru yaitu California Electronic Communications Privacy Act (CalECPA) yng mengharuskan penegak hukum untuk mendapatkan surat perintah sebelum melakukan penggeledahan terhadap ponsel, laptop atapun penyimpanan digital seseorang.
Hukum tersebut menuliskan hal apa saja yang bisa dicari dan disita dalam penggeledahan tersebut yaitu:
catatan panggilan, pesan, voicemail, foto, email bahkan sosial media dan akun komputasi awan yang terhubung pada device tersangka. termasuk juga mobile phones, komputer, laptop, konsol gaming, tablet, media penyimpanan digital, micro sd, hard disk eksternal dan semua media penyimpanan data yang bisa diakses untuk mencari informasi.
Tersangka juga harus memberikan dan berkerja sama dalam masalah password, kode, sidik jari dan password patterns untuk memudahkan pihak pemerintah mengakses informasi dari device tersangka.
Tentu saja banyak pihak yang tidak setuju dengan diberlakukannya undang-undang ini.
Apa Itu Otentikasi Ganda?
Pada masa internet seperti sekarang tentu banyak orang yang menggunakan akun-akun baik itu sosial media ataupun akun penting seperti akun e-banking.
Hacker atau pembobol data di dunia maya selalu menemukan celah untuk menyerang dan membobol informasi mengenai data penting pengguna.
Untuk mencegah hal tersebut maka para penyedia layanan komputasi awan, sosial media dan bank berlomba-lomba dalam menaikan taraf standar keamanan mereka.
Belakangan ini jejaring sosial untuk berbagi foto yaitu Instagram mulai menerapkan fitur otentikasi ganda atau two-factor authentication.
Orientasi dua faktor adalah cara paling umum dalam mengamankan akun online.
Pengguna diminta untuk mengotentikasi dengan mendaftarkan nomor ponsel pada pengaturan akun.
Cara kerja otentikasi ganda bisa dibilang mudah.
Jika akun anda login melalui device baru maka penyedia layanan akan otomatis mengirimkan kode
otentikasi kepada nomor ponsel anda, biasanya kode tersebut berupa 4-8 digit angka.
setelah anda memasukan email dan password anda akan dialihkan ke menu untuk memasukan kode tersebut.
Instagram bisa dikatakan terlambat dalam menggunakan sistem keamanan ini karena Google dan Facebook telah menawarkan penggunaan otentikasi ganda ini sejak tahun 2011 dan para penyedia layanan cloud telah menawarkan otentikasi ganda pada tahun 2015.
Sekarang Anda Bisa Mencetak Video
Jika anda pernah menonton doraemon pasti setidaknya pernah melihat doraemon menggunakan alat ajaibnya untuk membuat gambar yang ada di dalam foto bergerak atau bahkan keluar dari foto tersebut, Atau di film Harry Potter dimana lukisan bisa hidup dan bergerak di dalam kanvasnya?
LifePrint adalah aplikasi dan juga printer yang bisa membuat hal diatas menjadi kenyataan.
dengan menggunakan teknologi AR atau Augment Reality anda bisa mencetak Video pendek atau Vine, Gif dan hal lainnya!
Karena pada dasarnya LifePrint digunakan untuk mencetak dan berbagi foto dan video di social media maka anda bisa berbagi video yang baru saja anda ambil dengan menggunakan teknologi komputasi awan dimanapun dan kapanpun!
Satu set LifePrint (aplikasi, printer dan charger) dibanderol dengan harga $129 atau sekitar 1,7 juta Rupiah.
Minggu, 28 Februari 2016
Microsoft Azure Dan Office 365 Mendapat Upgrade Keamanan
Layanan komputasi awan milik Microsoft yaitu Azure mendapatkan tambahan pada bagian keamanan.
November lalu CEO Microsoft Satya Nadella mengatakan tentang kebutuhan untuk keamanan perusahaan dalam dunia mobile dan cloud. dimana karyawan dapat mengakses informasi dan data perusahaan dari dalam device pribadi mereka masing-masing melalui internet.
Lalu Microsoft menguraikan mengenai managemen keamanan dan masalah pelaporan dengan menggunakan Azure Security Center yang dirancang untuk memberikan kecanggihan dalam mendeteksi serangan dan kemampuan memusatkan keamanan yang lebih baik.
Kepala keamanan informasi Microsoft mengatakan dalam Blognya "Produk baru yang akan diluncurkan pada hari ini akan mengembangkan keamanan kita dan membantu kami untuk melindungi anda dan juga untuk anda dalam melindungi diri sendiri"
Microsoft juga meluncurkan sistem keamanan baru untuk pengguna Azure yang dirancang untuk memperbolehkan pengguna untuk melakukan visualisasi, analisa dan membatasi sistem peringatan yang dapat diakses darimana saja melalui desktop atau mobile device.
Sikat Gigi Pintar
Smartphone? smarthouse? ah itu sudah biasa, bagaimana dengan Smart Tootbrush atau sikat gigi pintar yang dibuat oleh perusahaan kesehatan gigi terkenal yaitu Oral B
Produk ini dikabarkan akan muncul ke publik pada bulan Juli tahun ini, dibanderol sekitar 250 dollar. atau sekitar 3,5 juta rupiah.
Apa yang spesial dari sikat gigi pintar ini? sama seperti sikat gigi pada umumnya kegunaannya adalah untuk membersihkan gigi tetapi sikat gigi pintar ini dilengkapi dengan teknologi yang bisa terhubung dengan smartphone anda dengan menggunakan aplikasi yang membuat anda tidak akan melewatkan daerah gigi yang belum atau kurang bersih.
Ditambah dengan giroskop, accelerometers dan koneksi Bluetooth yang bisa melaporkan pergerakan dan orientasi kepada ponsel anda dan menggunakan kamera untuk mencari tahu kemana arah sikat gigi pintar ini di dalam mulut anda.
Selain itu sikat gigi ini juga memiliki "lampu peringatan" tersendiri yang menggunakan lampu LED.
jika anda menyikat gigi terlalu keras yang bisa menyakiti gusi anda maka LED tersebut akan berubah menjadi warna merah.
Bagaimana jika anda tidak suka warna merah? mudah anda bisa mengubah warna-warna default menggunakan aplikasi di smartphone anda.
Sikat gigi pintar ini dirancang untuk bisa bertahan selama dua minggu dalam penggunaan normal atau sekitar 30 menit penggunaan perhari sebelum akhirnya harus di charge.
Yang lebih istimewa adalah sikat gigi pintar ini disertai oleh unsur gaming dimana aplikasi tersebut akan merekam perfroma anda dalam menyikat gigi dan membandingkan hasilnya dengan hasil sebelumnya ditambah lagi dengan teknologi cloud computing atau komputasi awan anda bisa mengunggah score anda.
Jadi bagaimana? apakah anda tertarik menggunakan sikat gigi pintar ini?
Rabu, 24 Februari 2016
Azure Stack
Perkembangan Cloud Computing atau komputasi awan maupun perkembangannya yaitu Hybrid Cloud dalam dunia bisnis berkembang sangat pesat salah satu penyedia layanan Cloud dan Hybrid computing milik Microsoft yaitu Azure memperoleh lebih dari 100.000 pengguna baru setiap bulannya.
Microsoft memperkenalkan pengembangan generasi baru dari Hybrid cloud dengan menghadirkan Azure Stack yang merupakan satu-satunya platform hybrid cloud yang konsisten dengan public cloud.
Dengan Azure Stack, Microsoft dapat membuktikan bahwa mereka menghadirkan inovasi terbaru termasuk layanan IaaS dan PaaS.
Mengapa platform hybrid cloud yang konsisten itu penting? karena hybrid cloud tersebut menyediakan akses bagi pengguna untuk masuk ke dalam ekosistem Azure, memberdayakan perkembangan IT dan organisasi untuk melakukan hal yang lebih.
Dengan menggunakan Azure Stack maka
Application Developers/pengembang perangkat lunak: bisa memaksimalkan produktivitas mereka dengan menggunakan .NET teknologi yang bisa bergerak di public cloud.
IT professionals dapat merubah data center lokal kedalam layanan Azure IaaS/PaaS.
dan keuntungan bagi Perusahaan atau organisasi adalah mereka akan mendapatkan kebebasan untuk memilih dimana aplikasi dan ruang kerja tersebut diletakan tanpa "terpaksa" oleh teknologi.
Langganan:
Postingan (Atom)




